Minggu, 27 Februari 2011
Rabu, 26 Januari 2011
Sabtu, 15 Januari 2011
what should i write in my blog ??
I have couple a months there was no post on this blog..
busy ?? maybe lazy.. hehehe
i still need some inspiration to post..
btw, happy 1st anyversary my blog.. LOL
in this a couple a months i have so many many many experience i can get..
i have new friends, full laugh, happy moment, up and down time, depression, sad time, and good bye moment.
time running to fasttttt.. all of this become a memories.. :)
and now its time to face the future.. what happen in my future is my mystery...
busy ?? maybe lazy.. hehehe
i still need some inspiration to post..
btw, happy 1st anyversary my blog.. LOL
in this a couple a months i have so many many many experience i can get..
i have new friends, full laugh, happy moment, up and down time, depression, sad time, and good bye moment.
time running to fasttttt.. all of this become a memories.. :)
"Memories may fade but they can never be erased"
"i getting ready for the day, don't know what's gonna happen, but whatever does, I'll be ready!!"
hmm... now is already 2011.. what do you plan in this year ??
if i ask to my self... i don't plan so much.. but i hope what i plan this year it will be come true.. :D
so whats its ?? tell me just one and the most you want!?
hmm.. ok i will tell you. only one oke! hehehehe
"I'm looking for someone that would rock my world"
LOL
don't ask WHY or i will kick you!!! hahahahahaha
i seem like stupid guy right??! haha
what ever it is, you just wish for me the best of this year.. ^^
and now almost midnight, i become zombie already.. and don't what i want to write..
i want share some best photo i take in this couple a mount.. I hope whoever see my photo's enjoy and like! :)
hereee weee goooo...
| this photo is with Lulu Nyonya office and all the employee. guest who the boss there?? hehe |
| trip to AFamosa at malaca with LuLu Nyonya employee's and internship student's |
| this the one of the best photo's ever i have.. this was AWESOME!! |
| this photo take at RedBox Lowyat |
| guest where this ?? hehe.. we are at Port Dickson on Christmas holiday |
hmm... now is 3.30 am, saturday 15 jan 2011
i think enough until here.. and i also don't know what i want to write next...
hope i will always update my blog.. hahaha XD
Sabtu, 27 November 2010
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba balap mobil mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak FINAL. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yg dimilikinya. Semuanya buatan mereka sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Andri. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final.
Dibanding semua lawannya, Mobil andrilah yg paling tidak sempurna. Beberapa anak menyaksikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Tibalah saat yg dinantikan. FINAL kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka sekencang-kencangnya. Di setiap jalur linatasannya, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kmudian, ia berkata " Ya, aku siap".
Dorr..
Tanda pertandingan telah dimulai. Dengan 1 hentakan yang kuat, mereka mulai mendorong mobil mereka sekuatnya. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. " Ayoo.. Ayoo.. Cepat.. Cepat.. Majuu.. Majuu..", begitu teriak mereka. Ahha.. sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, andrilah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga dengan andri. Ia berucap, dan berkomat kamit lagi dalam hati. "Terima kasih".
Saat pembagian piala tiba. Andri menuju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diberikan, Ketua panitia bertanya " Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada tuhan agar kamu menang, bukan?". Andri terdiam. " Bukan pak, bukan itu yg aku panjatkan." kata Andri.
ia lalu melanjutkannya, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon pada tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendegar itu. Setelah beberapa saat, Terdengarlah suara gemuruh tepuk tangan yg memenuhi ruangan itu.
Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Anak kecil itu, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Anak kecil itu, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yg ingin diraihnya. Anak kecil itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Anak itu, bermohon kepada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa agar diberi kemuliaan, dan mau menyadari kekurangannya dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yg kita lakukan untuk berdoa kpada Tuhan untuk mengabulkan semua permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta kepada Tuhan untuk menjadikan kita sebagai yang nomor 1, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa kepada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingannya, tuntunannya, dan panduannya ?
Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita akui ? saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hambanya yg shaleh.
sebuah catatan terima kasih
terima kasih untuk hal-hal yang ‘gak enak’, Tuhan…
karena mereka malah membuatku semakin bersyukur
atas hal kecil dan sederhana yang mungkin terlupa.
terima kasih untuk kejadian yang menyedihkan, Tuhan…
karena oleh mereka aku jadi makin dekat pada-Mu
dan mampu menghargai hal-hal yang membahagiakan.
terima kasih untuk setiap kegagalan, Tuhan…
karena dari mereka aku belajar menghargai kesuksesan
yang Kauizinkan mampir di hidupku.
terima kasih untuk setiap kehilangan, Tuhan…
karena aku semakin sadar bahwa hidup ini sementara
yang abadi hanya diri-Mu.
terima kasih untuk setiap kemalangan, Tuhan…
karena dari situlah aku belajar berdiri tegar
tidak selalu mudah namun bisa terjadi dengan bimbingan-Mu.
terima kasih untuk setiap kekuatiran, Tuhan…
karena dengan demikian, aku datang dan membawa mereka pada-Mu
sambil menyerahkan kehidupanku seutuhnya ke dalam tangan-Mu.
terima kasih untuk setiap kesukaran dan permasalahan, Tuhan…
karena dengan adanya mereka aku belajar berusaha
mencari solusi kreatif sekaligus berserah pada-Mu.
terima kasih untuk semua yang ‘gak enak’ itu, Tuhan…
karena hidup bukanlah melulu kemapanan ataupun kenyamanan…
namun juga proses pembelajaran.
terima kasih, Tuhan untuk itu semua…
karena kutahu, Kau bertujuan agar aku terus naik kelas
dalam sekolah kehidupan bersama-Mu.
Jumat, 05 November 2010
Jangan Pernah Menyerah Dan Jangan Putus Asa
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”
“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.
“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.
“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.
“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”
“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. “
“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”
“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”
“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.
“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan
“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.
“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, ” kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”
“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.
“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.
“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.
“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”
“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. “
“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”
“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”
“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.
“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan
“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.
“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, ” kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
Langganan:
Postingan (Atom)



