Senin, 16 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
Belajar Dari Kesalahan? Kuno!
Dari dulu hingga detik ini, saya yakin kita pasti pernah denger anjuran-anjuran yang bunyinya kira-kira seperti ini, “Belajarlah dari kesalahan supaya ke depannya tidak terulang lagi.”
Kalau menurut saya, anjuran ini sudah kuno! Tapi, bukan berarti anjuran ini sudah tidak pantas untuk didengar lagi. Loh koq? Karena anjuran ini masih tetap valid alias masih perlu untuk didengar dan dilaksanakan. Trus, kenapa dibilang kuno? Karena sesungguhnya anjuran ini bisa dibuat lebih relevan ke kehidupan jaman sekarang.
1. Sebaiknya, kita tidak hanya belajar dari kesalahan kita sendiri. Tapi kita juga harus belajar dari kesalahan orang lain. Kalau sudah tahu di depan kita ada lubang dan sudah ada orang di depan kita yang ketika berjalan jatuh di lubang tersebut, kenapa kita harus jalan dan terjatuh ke lubang yang sama? Dengan belajarin kesalahan orang lain, kita akan bisa sampai ke tempat tujuan lebih cepat (karena tidak harus terjatuh dulu)
2. Jangan hanya belajar dari kesalahan. Belajarlah juga jadi keberhasilan. Saya tipe orang yang ngga gampang puas. Motto profesionalisme saya “Keep challenging yourself, never be satisfied, and always perform beyond expectation”. Nah, apapun yang telah saya lakukan, selalu saya analisa. Banyak orang hanya belajar dari kesalahan, dan ketika dia sukses melakukan sesuatu, dia tidak pelajari karena dia sudah puas dengan apa yang dia raih. Kalau saya, susah untuk puas. Jadi seberapapun keberhasilan yang saya raih, selalu saya analisa. Tujuannya apa? Supaya lain kali, saya bisa melakukannya lebih baik lagi!
3. Nah, kalau sudah tahu bahwa sebaiknya kita tidak hanya belajar dari pengalaman diri sendiri, dan juga jangan hanya belajar dari kesalahan… kalau digabungkan, sebaiknya kita juga belajar selain dari kesalahan orang lain, juga dari keberhasilannya! Kalau kita hanya belajar dari kesalahan orang lain, kita hanya bisa memperbaikinya. Kalau kita bisa belajar dari keberhasilan orang lain, berarti kita memiliki chance untuk bisa lebih berhasil dari yang dicapai orang itu! Alangkah lebih baik kan?
Jadi singkat katanya, ayo mulai sekarang kita “Belajarlah dari kesalahan dan keberhasilan diri sendiri dan orang lain!”
sumber
Kalau menurut saya, anjuran ini sudah kuno! Tapi, bukan berarti anjuran ini sudah tidak pantas untuk didengar lagi. Loh koq? Karena anjuran ini masih tetap valid alias masih perlu untuk didengar dan dilaksanakan. Trus, kenapa dibilang kuno? Karena sesungguhnya anjuran ini bisa dibuat lebih relevan ke kehidupan jaman sekarang.
1. Sebaiknya, kita tidak hanya belajar dari kesalahan kita sendiri. Tapi kita juga harus belajar dari kesalahan orang lain. Kalau sudah tahu di depan kita ada lubang dan sudah ada orang di depan kita yang ketika berjalan jatuh di lubang tersebut, kenapa kita harus jalan dan terjatuh ke lubang yang sama? Dengan belajarin kesalahan orang lain, kita akan bisa sampai ke tempat tujuan lebih cepat (karena tidak harus terjatuh dulu)
2. Jangan hanya belajar dari kesalahan. Belajarlah juga jadi keberhasilan. Saya tipe orang yang ngga gampang puas. Motto profesionalisme saya “Keep challenging yourself, never be satisfied, and always perform beyond expectation”. Nah, apapun yang telah saya lakukan, selalu saya analisa. Banyak orang hanya belajar dari kesalahan, dan ketika dia sukses melakukan sesuatu, dia tidak pelajari karena dia sudah puas dengan apa yang dia raih. Kalau saya, susah untuk puas. Jadi seberapapun keberhasilan yang saya raih, selalu saya analisa. Tujuannya apa? Supaya lain kali, saya bisa melakukannya lebih baik lagi!
3. Nah, kalau sudah tahu bahwa sebaiknya kita tidak hanya belajar dari pengalaman diri sendiri, dan juga jangan hanya belajar dari kesalahan… kalau digabungkan, sebaiknya kita juga belajar selain dari kesalahan orang lain, juga dari keberhasilannya! Kalau kita hanya belajar dari kesalahan orang lain, kita hanya bisa memperbaikinya. Kalau kita bisa belajar dari keberhasilan orang lain, berarti kita memiliki chance untuk bisa lebih berhasil dari yang dicapai orang itu! Alangkah lebih baik kan?
Jadi singkat katanya, ayo mulai sekarang kita “Belajarlah dari kesalahan dan keberhasilan diri sendiri dan orang lain!”
sumber
Sebuah pembelajaran itu indah
aku belajar diam dari banyaknya bicara..
aku belajar sabar dari sebuah kemarahan..
aku belajar mengalah dari suatu keegoisan..
aku belajar menangis dari kebahagiaan..
aku belajar tegar dari kehilangan..
hidup adalah BELAJAR..
- Belajar bersyukur meski tak cukup
- Belajar ikhlas meski tak rela
- Belajar taat meski berat
- Belajar memahami meski tak sehati
- Belajar sabar meski terbebani
- Belajar setia meski tergoda
- Belajar memberi meski tak seberapa
- Belajar mengasihi meski disakiti
- Belajar tenang meski gelisah
- Belajar tersenyum meski hati terluka..
Maka yang ku tau sebuah pembelajaran itu indah..
sumber
aku belajar sabar dari sebuah kemarahan..
aku belajar mengalah dari suatu keegoisan..
aku belajar menangis dari kebahagiaan..
aku belajar tegar dari kehilangan..
hidup adalah BELAJAR..
- Belajar bersyukur meski tak cukup
- Belajar ikhlas meski tak rela
- Belajar taat meski berat
- Belajar memahami meski tak sehati
- Belajar sabar meski terbebani
- Belajar setia meski tergoda
- Belajar memberi meski tak seberapa
- Belajar mengasihi meski disakiti
- Belajar tenang meski gelisah
- Belajar tersenyum meski hati terluka..
Maka yang ku tau sebuah pembelajaran itu indah..
sumber
Senin, 09 Mei 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
DILUAR PIKIRAN MANUSIA
Dua orang malaikat berkunjung ke sebuah rumah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar & tak mengijinkan kedua malaikat itu tidur dalam ruang tamunya. Malaikat itu ditempatkan di kamar kecil yg ada di basement. Ketika malaikat hendak tidur, malaikat tua melihat bahwa ada dinding basement yg retak, lalu mereka memperbaikinya.
Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah keluarga petani miskin tapi sangat ramah. Dan petani itu mempersilahkan kedua malaikat itu untuk tidur dikamarnya. Keesokan harinya malaikat menemukan petani itu & istrinya menangis sedih karena sapinya terbaring mati. Malaikat yg lebih muda geram & bertanya pada malaikat yg lbh tua "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yg kaya itu memiliki segalanya & engkau membantu menambalkan dindingnya, sedang keluarga petani yg miskin ini mengapa kau biarkan sapinya mati?".
Malaikat yg tua berkata, "Sesuatu tidak slalu kelihatan sebagaimana adanya. Ketika kita bermalam di sana aku melihat emas tersimpan di lubang dinding itu, karna orang kaya tersebut tamak maka aku menutup lubang dindingnya agar ia tidak menemukan emas itu. Tadi malam ketika kita tidur di kamar petani miskin itu, malaikat maut datang mau mengambil nyawa istrinya maka aku memberikan nyawa sapinya, sehingga istrinnya tidak meninggal.
PESAN MORAL, Saat tak paham maksud Tuhan, Pilihlah PERCAYA, Saat tertekan oleh keadaan disekitar, Pilihlah BERSYUKUR, Saat rencana hidupku berantakan, Pilihlah BERSERAH, SEBAB TUHAN senantiasa menyertai kita. Karna kita diciptakan sesuai gambar & rupa ALLAH, dan harkat martabat kita melebihi makhluk ciptaan TUHAN lainnya, maka TUHAN tak mungkin tak akan peduli dengan kita. Kuatkan IMAN anda !!!
Yesaya 55:8 Sebab rancanganKU bukanlah rancanganMu, dan jalanMu bukanlah jalanKU, demikianlah firman TUHAN.
Kamis, 05 Mei 2011
INIPUN AKAN BERLALU
Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka. Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turuntemurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.” Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah.
Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut. Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sanasini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.
Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naikturun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.
sumber
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)
